Dilema Identitas pada Pelaksanaan Ma’pasilaga Tedong dalam Rangkaian Ritual Rambu Solo’

Helma Yances Pasulu

Abstract


Abstract

Tujuan penulisan ini adalah: untuk menganalisis sejauh mana kegiatan adu kerbau (ma’pasilaga tedong) mempengaruhi identitas orang Toraja yang melakasanakan kegiatan tersebut dalam rangkaian Rambu Solo’. Tidak dapat disangkal bahwa dalam perkembangan masyarakat Toraja saat ini, stratifikasi sosial kemasyarakatan tidak lagi ditentukan oleh darah (faktor keturunan), namun mulai bergeser dengan digantikan oleh materi. Kebesaran seseorang atau sebuah keluarga, tidak lagi dilihat dari tongkonan atau keturunan mana ia dilahirkan, namun berapa besar pesta dan banyaknya hewan yang disembelih, serta ada tidaknya adu kerbau yang dilaksanakan dalam kegiatan Rambu Solo’ yang diadakan bagi orang tua atau keluarganya. Metode yang dilakukan oleh penulis dalam mengumpulkan data adalah penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode kualitatif.

                             

Kata-kata kunci: dilema identitas, budaya, Toraja, tedong silaga, Rambu Solo’

 

This paper aims to analyze the identity of Toraja society which affected by buffalo fighting activities (Ma'pasilaga Tedong) in Rambu Solo' (an event of Toraja society). Social strafitication of the Toraja society is growing, now, it is not determined by its descent of a family but the material. The greatness of someone or a family can not be seem from which family they are born, but it seen from how big the party is celebrated and how many buffalos or goats is slaughtered, also buffalo fighting activities is held by the family in Rambu Solo'. The method which used by the writer to collect the data is doing a research through qualitative method.

 

Keyword: identity dilemma, culture, Toraja, tedong silaga, rambu solo’.


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Aditjondro, George J. Pragmatisme menjadi to sugi’ dan to kapua di Toraja. Yogyakarta: Gunung Sopai Press, 2010

Bakker,J.W.M. Filsafat Kebudayaan: Sebuah Pengantar , Yogyakarta: Kanisius, 1984

Bell, Catherine, Ritual Perspective Dimensions, New York: Oxford University Press, 1997

Berger, Peter L. dan Thomas Lukman, Tafsir Sosial Atas Kenyataan, Risalah Tentang Sosiologi Pengetahuan. Jakarta: LP3ES, 1990

Duli, Akin dan Hasanuddin, Toraja Dulu dan kini Makassar: Pustaka Refleksi, 2003

Fromm, Erich, Konsep Manusia menurut Marx, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004

Jasper, James M. dan Aidan McGarry, The Identity Dilemma: Social movement and collective

Jenkins, Richard, Social Identity (Third Edition), (United Kingdom:Routledge, 2008

Ritzer, George, Teori Sosiologi: dari sosiologi klasik sampai perkembangan terakhir postmodern (edisi kedelapan), Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012

Sarira,Y.A. Rambu Solo’ dan Persepsi Orang Kristen tentang Rambu Solo’, Tana Toraja: Pusbang Gereja Toraja, 1996

Tangdilintin, L.T. Toraja dan Kebudayaannya, Tana Toraja: Yayasan Lepongan Bulan, 1980

Turner, Victor, The Ritual Process: Structure and anti structure, USA: Cornell Paperback, 1977

identity, Philadelphia, Pensylvania: Temple University Press, 2015

Jurnal

Panggara, Robi, “Konflik Kebudayaan Menurut Teori Lewis Alfred Coser dan Relevansinya dalam Upacara Pemakaman (Rambu Solo’) di Tana Toraja” Jurnal Jaffray, Vol. 12, No.2 Oktober 2014

Video Dokumenter

VICE Indonesia, dirilis November 2016

Wawancara

Adolfina, wawancara oleh penulis, 12 Desember 2017

Petrus Pasulu, wawancara oleh penulis 23 Desember 2017


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 PAX HUMANA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN Cetak : 2337-3512 || ISSN Online : 2548-3021

Tim OJS Pax Humana 2016


Google Scholar


Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Lisensi Creative Commons